PROFIL

Sejarah

Napak Tilas Peternakan di Kabupaten Sumbawa

Peradaban beternak di Kabupaten Sumbawa, sudah berlangsung ratusan tahun, dan menjadi suatu pekerjaan turun temurun bagi masyarakatnya. Kegiatan beternak diawali dengan kebiasan masyarakat peternak Sumbawa memelihara ternak asli Sumbawa yaitu kerbau, (plasma nutfah). Peradaban yang maju telah dibuktikan oleh Keberhasilan nenek moyang (peternak) Sumbawa dalam menjual hasil produksi ternak (kerbau) adalah dengan membuat relasi pemasaran yang tidak hanya tingkat lokal saja, akan tetapi sudah terbukti  mencapai tingkat nasional (pulau jawa) yang bekerjasama dengan VOC Belanda bahkan menyentuh pasar internasional yaitu hongkong dan Singapore (sekitar tahun 1890 sampai 1940). Selanjutnya dalam rangka mempertahankan usaha ini para pelaku usaha pengirim ternak antar pulau telah membuat suatu asosiasi usaha yang bernama PEPEHANI (sampai saat ini).

Keberadaan ternak sapi bali mulai ada di kabupaten Sumbawa sekitar tahun 1978 yaitu didatangakan dari pulau bali dan jawa melalui program BANPRES dengan jumlah yang tidak terlalu banyak sekitar 200 – 400 ekor selama 3 tahun (1978 -1980), selanjutnya oleh program NTASP pada tahun 1984 sampai 1990. Melalui program inilah merupakan cikal bakal dan titik tolak perkembangan sapi bali di Sumbawa.

Pada tanggal 22 Januari 1959 dibentuk Daerah Swantantra Tingkat II Sumbawa, dengann Sultan Muhammad Kaharuddin III sebagai Kepala Daerah Swantantra Tingkat II Sumbawa. Selanjutnya, pada sekitar Tahun 70an, dibentuk Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa setelah sebelumnnya bernama Dinas Kehewanan. Kemudian, pada tahun 2014 kembali berubah nama menjadi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa. Berikut nama kepala daerah Sejak berdiri :


1.Drh. Amin Darmani, masa kerja tahun 1950
2. Drh. Soebagio, masa kerja Tahun 1960
3. Drh. Omik Koswara, masa kerja tahun 1970
4. Drh. Suhadi, masa kerja Tahun 1974
5. Drh. H. Zaidun Abdullah
6. Ir. Sri Suhady
7. Drh. H. Sahabuddin Salam
8. Drh. H. Zaidun Abdullah
9. Ir. H. Ibrahim
10. Ir. H. Zulkifli masa kerja 2009
11. Ir. H. Mukmin, masa kerja tahun 2009 - tahun 2012
12. Ir. Syafruddin Nur, masa kerja tahun 2012 – tahun 2018
13. Ir. Talifuddin, masa kerja tahun 2018 – Februari 2019
14. Ir. Sirajuddin, masa kerja bulan Februari 2019 – Juli 2019
15. H. Junaidi, S.Pt, masa kerja Januari 2020 - sekarang

Tidak dapat dipungkiri bahwa pertumbuhan populasi ternak sapi bali lebih cepat dari ternak kerbau sehingga hal ini juga sebagai salah satu factor pertumbuhan populasi ternak kerbau tidak begitu meyakinkan yaitu dalam kurun 3 tahun terakhir pertumbuhan populasi kerbau rata rata -3%, sehingga  ini berdampak terhadap perubahan social peternak Sumbawa dalam memelihara ternak mereka, dimana peternak kerbau banyak yang beralih menjadi peternak sapi bali.

Berdasarkan sejarah dan daya dukung atas potensi peternakan yang dimiliki Kabupaten Sumbawa serta adanya komitmen yang kuat dan sungguh sungguh oleh pemerintah kabupaten Sumbawa maka dicanangkannya komitmen baru Pemerintah Kabupaten Sumbawa yaitu Sumbawa Kabupaten Peternakan pada tahun 2006, pada acara Lokakarya Nasional Pertama (I) Pembibitan dan Pengembangan Ternak Kerbau pada tanggal 4 s/d 5 Agustus 2006 di Kabupaten Sumbawa yang menghasilkan “Deklarasi Samawa” dan rumusan dalam upaya mendukung program Pemerintah yaitu mencapai kecukupan Daging Nasional  2010. Selanjutnya, pada Tahun 2011 diterbitkan Ketetapan Menteri Pertanian Republik Indonesia tentang Kuda Sumbawa Kerbau Sumbawa, dan Sapi Sumbawa,

Sumbawa Kabupaten Peternakan tidak hanya sebatas slogan saja, akan tetapi telah berdampak atas capaian kinerja peternakan yang diperoleh selama ini. Memasuki tahun ke 13, banyak hal yang telah dicapai, baik pertumbuhan populasi yang meningkat, peningkatan kapasitas SDM peternak (kelompok) dan penyediaan infrastrukur serta inovasi dalam hal pelayanan publik.

oleh: deedeph

  • Share on :